Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Bisakah Kepribadian Pengaruhi Kualitas Tidur?

Apakah Anda sering merasa stres atau gelisah berlebihan? Hati-hati, hal tersebut dapat memengaruhi kualitas tidur Anda, sehingga kesulitan untuk tidur nyenyak. Penderita insomnia disebut-sebut cenderung memiliki ciri kepribadian yang mudah mengalami stres.

Jika memiliki kesulitan tidur, bisa jadi hal tersebut diakibatkan kondisi tertentu seperti stres akibat pekerjaan, gangguan fisik, tidur siang, dan gaya hidup buruk seperti begadang. Jadi, pastikan kondisi-kondisi ini tidak menjadi bagian dalam diri Anda.

Seperti yang dilansir dari Health, peneliti dari Institute of Neuroscience Belanda bernama Tessa Blanken dan timnya mempelajari ciri-ciri kepribadian dan sejarah hidup 2.224 peserta studi yang didiagnosis mengalami insomnia antara 2010 hingga 2016. Hasilnya, mereka menemukan beberapa kepribadian sebagai berikut:

1. Ekspresif

Tipe ini bisa jadi merasa sangat tertekan pada titik tertentu. Mereka mampu merasa sangat aktif, namun bisa merasakan cemas yang berlebihan ketika mendengar berita yang kurang menyenangkan menjelang waktu tidur. Tipe ini juga dikategorikan sebagai orang yang rentan terhadap depresi.

2. Tidak peka

Orang yang tidak peka terhadap apa yang terjadi di sekelilingnya merupakan orang dengan tipe kepribadian pesimis dan tidak dapat menangkap perasaan bahagia secara mudah. Oleh sebab itu, ketika tidur dengan kondisi yang tertekan, kualitas tidurnya menjadi berantakan.

3. Emosional

Tipe orang dengan kepribadian ini biasanya tergolong lebih reaktif terhadap suatu kondisi yang kurang menyenangkan. Untuk meredakan amarahnya pun membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding jenis kepribadian lainnya. Oleh sebab itu, orang yang emosional kerap tidur dalam kondisi tertekan.

4. Sensitif

Tipe orang yang mudah tertekan ini memiliki tingkat insomnia lebih tinggi daripada kepribadian lainnya karena mudah stres saat menerima kabar buruk. Sebab, kepribadian ini cenderung lebih mudah menerima emosi bahagia, atau hal-hal yang membuat senang. Jenis insomnia yang biasa dialami adalah insomnia psikofisiologis.

5. Pasif-agresif

Tipe kepribadian ini biasanya mudah menyimpan trauma atas kejadian kurang menyenangkan yang dialaminya. Biasanya, trauma yang cukup berpengaruh adalah memori buruk di masa kecil. Selain itu, tipe ini memiliki tingkat motivasi yang rendah dan cenderung mengalami insomnia pada usia 40-an.

source: klikdokter.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2022 - Apotek Ceper support by PT. PMI

Telepon Kami       (0272) 555 400

Terima kasih telah mempercayakan pengelolaan website Anda dengan Penjuru Media